• 24

    Aug

    DUNIA

    dunia adalah hamparan meja segala saji penuh sesak menghampar hiruk pikuk tetamu silih berganti piring emas dan perak, makanan dan wewangian berlimpah ruah kita adalah tamu nikmatilah dengan rasa bijaksana mu makan dan minumlah sebanyak yang kau perlu hirup wewangian itu dan, ucapkan terima kasih pada tuan rumah yang baik hati lalu kau pergi….. jangan kau ikuti nafsu tololmu dengan membawa piring emas dan perak alas saji tuan rumah pun akan merenggut tanganmu sehingga kau dicampakan dalam keadaan kecewa dan malu
  • 19

    Aug

    JAMRUD KHATULISTIWA

    kesedihan adalah gumpalan awan hitam yang siap tumpahkan air mata kedukaan menyirami kemiskinan, kelaparan dan kemelaratan yang tak pernah sanggup ku tampung payung-payung birokrasi telah luluh lantah halilintar birokrat menyambar berebut jatah mulut menganga telan semua yang ada kebijakan tak lagi memihak, apalagi amanah kesejahteraan gemah ripah loh jinawi hanya mengawang di angan-angan ironis.. terlalu lama bangsa ini bergulat dengan makna kejujuran diantara jeruji kemiskinan dan kemelaratan, diantara keterpurukan dan keserakahan kejujuran bukan milik mereka, yang tinggal di Istana merdeka atau gedung bundar melainkan milik kepolosan yang tersirat di wajah-wajah mungil, yang tinggal di emperan toko dan tepian lampu merah inikah sebuah negara yang disebut jamrud khatulistiwa? t
  • 19

    Aug

    AKU BUKAN SIAPA-SIAPA

    Getar getar suara Ilahi menegurku Sejenak ku terdiam membisu Ingin ku berteriak…menjerit… Ingin ku mengoyak ngoyak hatiku Aku berlumur dosa Aku tiada daya Aku merasa tak berguna Ku disadarkan oleh nikmat-MU Ku terperanjat dan bangun dalam mimpiku Dengan telinga Mu Engkau dendangkan irama lagu-lagu Mu Dengan mata Mu Engkau perlihatkan Cahaya KeagunganMU Dengan rasaMu Engkau tunjukan jalanMu Aku bukan siapa-siapa Aku hanya penumpang yang ikut mendengar yang ikut melihat yang ikut menyaksikan yang ikut merasakan Subhanallah……..
  • 18

    Aug

    BUKAN LUKA YANG PERTAMA

    janjimu yang kemarin telah menyetubuhi seluruh jiwaku selaksa asa bercumbu dalam detak jantungku bersama puja yang tak terlupa pergantian waktu tak dapat terelakan janjimu yang dulu menggebu, sekarang membisu kecewa pun mengiris pedih sembabkan mata riak-riak tak percaya bergulung mengombak muntahkan kegetiran yang meliuk tajam dan siap menghantam teriakan lantang tentang perubahan mengoyak luka yang mendalam kau lafalkan bermacam alasan untuk tutupi kebobrokan cita-cita kau gantungkan di angkasa hanya untuk mengelabui mereka gemuruh luka bertalu menganga terbalut kecewa reformasi berbedak paradigma mencibir gembira luka tetaplah luka, yang selalu membawa duka walau kau keringkan namun bekasnya tetap ada
  • 15

    Aug

    Anggur Angkara

    K Ku tuangkan secawan anggur kedongkolan dan ku persembahkan hanya untukmu. Agar engkau dapat menikmati angkara yang telah kau ciptakan dalam jiwamu. Yang ku tahu di kepalamu tertanam pintu besi berkarat yang selalu menjerit saat membuka dan menutup. Seluruh dinding otakmu (mungkin) sudah ditumbuhi lumut gelap yang lebat. Bahkan ulat gatal yang bertubuh sintal berwarna hitam hidup dan beranak pinak di dalamnya…
  • 14

    Aug

    miris

    pengemis cilik duduk di atas selembar koran usang terik memandang memayungi kulit pucat bersisik amuk debu dan teriakan kendaraan abaikan hadirmu hanya uang receh yang kadang iba menyentuh terharu birokrasi memandang hina tanpa solusi pekikmu membisik janjimu membusuk wajah negeri kau tutupi dengan berjuta basa basi mobil rakyat bertuliskan dinas sosial pun terlalu sibuk untuk menyapa pengemis cilik tertidur, mimpikan diri menjadi penguasa negeri
Prev -

Author

Follow Me

Search

Recent Post