Kembali Lagi Ke LapCrot

14 Nov 2011

Menulis di #RantaiCerita adalah suatu hal yang baru bagiku, walau demikian penulisan seperti ini adalah tantangan yang mengasikan. Untuk para blogger senior, aku mohon ijin menyambung postingan yang telah dibuat oleh @wkf dan mohon bimbingannya. Setelah postingan ini, kemudian akan dilanjut oleh @1bichara, @erfanonalakiano, @rudigints dan @mataharitimoer. Tema yang telah disajikan oleh saudara @wkf adalah Mendadak Crot. Selamat menikmati

Inilah kutipan terakhir dari cerita pertama yang ditulis oleh @wkf :
Aning belum juga terlihat batang hidungnya. Manov mulai gelisah. Sms yang dia kirimkan tidak dijawab. Nomornya tidak aktif saat dia mencoba menghubunginya. Seorang anak laki-laki bersepeda mendekatinya. Diulurkan tangannya yang memegang amplop berwarna coklat. Kata tante cantik yang rambutnya panjang, surat ini untuk om. Manov bengong.
(baca dulu di sini http://wongkamfung.boogoor.com/mendadak-crot.html#more-2257)

Dengan berdebar-debar, Manov mengulurkan tangannya dan mengambil surat yang beramplop coklat itu. Tanpa mengucapkan kata terima kasih, Manov ngeloyor pergi meninggalkan anak laki-laki pengantar surat. Langkah gontai menemani Manov untuk beranjak pulang ke rumah dan surat beramplop coklat dimasukan ke saku celananya. Manov mulai bertanya-tanya dalam hati. Mengapa Aning tak datang untuk menemuinya? Mengapa dia menitipkan surat ke anak laki-laki itu? Beribu tanya menusuk dalam hati, aku harus cepat pulang agar bias membaca surat dari Aning di rumah, gumam Manov dalam hati.

burung

Baru beberapa langkah, tiba-tiba crot! ubun-ubun Manov terasa hangat, seperti ada cairan yang menetes di kepalanya. Diusapnya ubun-ubun yang hangat itu. Telapak tangannya menyentuh sesuatu yang cair, dan seperti biasanya Manov menciumkan tangan ke hidungnya (mungkin ini adalah cara ritual khusus dari Manov). Bangsat! Burung tak punya nurani! Dasar, tidak pernah sekolah! Andai saja burung itu bisa membalas cacian Manov, mungkin akan berkata yang sekolah sampai tinggi saja, banyak yang tidak punya nurani dan bisanya cuma korupsi.

Sampailah Manov di rumah, dengan tergesa Manov masuk ke kamarnya dan membuka surat dari Aning sambil rebahan. Perlahan tapi pasti dibacalah surat dari Aning.

surat

Kak Manov, di tempat.
Aning minta maaf, karena tidak dapat menemui Kak Manov di tempat yang telah Aning janjikan. Kak Manov jangan marah yah, Aning terpaksa tidak menemui Kak Manov, karena Aning harus cepat-cepat pulang ke Tabanan. Aning dapat telepon dari ayah agar cepat pulang karena Ibu Aning sakit keras. Aning pergi dulu, Aning akan selalu rindu sama Kak Manov, salam sayang..
Aning

Pagi yang cerah telah sedikit mengobati kekecewaan Manov. Dengan pakaian rapih dan sedikit minyak wangi pemberian dari produk baru (gratisan), telah melengkapi rasa percaya dirinya. Manov bergegas mengambil motornya untuk segera berangkat ke rumah Aldo Purwanto. Aldo Purwanto adalah teman Aning di kelompok musik Om Irama Kota Hujan, dia adalah pemain kendang yang cukup piawai mengiringi kelompok musiknya. Manov mau mencoba mengorek keterangan tentang kepergian Aning yang dirasa aneh dan terdadak itu.

Sebenarnya Manov sedang flu berat tapi karena cintanya pada Aning sangat dalam, dia memaksakan dirinya untuk menemui Aldo. Di jalan Pajajaran Warung Jambu, Manov pelankan motornya untuk sekedar melepas ingus yang telah menumpuk di hidungnya. Crot! Ingus meluncur ke sebelah kiri, secara bersamaan ada pengendara motor yang menyalip ke sebelah kirinya. Clepot! ingus Manov tepat ke pengendara motor yang nyalip itu. Keributan pun tidak terhindarkan, pengendara motor yang kena crot oleh Manov berhenti dan menghentikan laju motor Manov. Caci dan maki kepada Manov meluncur deras dari mulut orang itu. Manov dengan gagah berani melakukan pembelaan, karena merasa tidak bersalah. Manov berdalih bahwa mendahului kendaraan dari sebelah kiri adalah menyalahi aturan. Orang itupun manggut-manggut sambil kesal meratapi nasibnya. Kebesaran hati Manov tersentuh dan iba melihatnya, dengan kesabaran tingkat tinggi, Manov membersihkan bekas ingusnya dengan tissue dan meminta maaf kepadanya. Dan akhirnya masalah ini selesai di tempat kejadian secara kekeluargaan (walaupun bukan keluarganya).

Manov melanjutkan perjalanannya tetapi tidak ke rumah Aldo. Setelah kejadian crot tadi, Manov telah menelepon ke Aldo agar menemui di kios Blackberry miliknya di Botani Square.

Akhirnya datang juga, itulah sambutan Manov ke Aldo yang menemui di kiosnya. Dengan gaya seorang reporter amatiran, Manov mulai mewawancarai bintang tamunya. Tapi sayang, Aldo cuma bisa planga-plongo dan cengar-cengir menyambut serentetan pertanyaan Manov. Entahlah, apakah Aldo pura-pura bego atau mungkin yang mengajukan pertanyaannya agak bego. Manov kemudian terdiam, apalagi Aldo dari tadi juga tidak bisa ngomong. Dengan perasaan yang tidak karuan, Manov mengajak Aldo ke sebuah restoran yang ada di Botani Square. Pembicaraan menjadi lancar, Manov ingat obrolan dengan Aning tentang Aldo. Tidak salah, benar apa yang diceritakan Aning kalau ngobrol sama Aldo harus diisi dulu perutnya baru nyambung. Cukup lama obrolan Manov dengan Aldo di restoran itu dan keseriusannya terpancar jelas dari sorot mata kedua manusia ini. Manov tidak merasa puas dengan keterangan dari Aldo tentang kepergian Aning, karena jawaban dari Aldo sama dengan apa yang ditulis dalam surat Aning kepadanya. Setelah mengakhiri pembicaraan, Manov pun ke kasir untuk membayar santapan dan minuman yang telah ludes diembat keduannya. Ternyata Aldo telah menghabiskan santapan dan delapan botol cocacola, pengeluaran tak terduga, gerutu Manov dalam hati.

Aldo tertahan di kios Manov dan menemaninya. Manov menutup kiosnya setengah hari, dan mengajak Aldo untuk jalan-jalan di dalam Botani Square.
Lumayan ada teman untuk menyegarkan hatinya yang sedang gundah, hibur Manov dalam hati. Aldo merasa senang dapat menghibur Manov dengan menggoda pengunjung yang cantik-cantik. Manov akhirnya terhibur dan terpancing pula untuk ikut menggoda. Manov semakin berani dan timbul kepercayaan dirinya untuk menggoda lagi dan menggoda lagi. Ada yang senyum-senyum ada pula yang cemberut dan bahkan ada yang menghardik karena tidak suka digoda. Manov semakin lupa dengan masalah yang dialaminya. Manov menarik tangan Aldo dan menunjuk seorang perempuan yang membelakanginya. “Aku akan menggodanya”, kata Manov kepada Aldo. Dengan yakinnya Manov mendekati perempuan yang berbadan sintal itu dan sok akrab menyapanya. Hai sayang, sudah lupa sama abang? sapa Manov kepada perempuan itu. Perempuan itu, menoleh ke arah Manov. Dua pasang matapun akhirnya saling tatap. Manov terperanjat dan pucat pasi, perempuan itu pun terkejut. Manov tak bisa berkata-kata lagi, karena yang dihadapi sekarang adalah mantan gurunya yang denok montok semasa SMA dulu.

Bersambung ke blognya @1bichara (http://dusunkata.blogdetik.com/2011/11/16/perempuan-dari-masa-lalu/)


TAGS Add new tag crot mendadak crot rumah kata bogor rkb


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post